SAMPIT – Laporan orangtua korban pelecehan direspons cepat oleh kepolisian. Polres Kotim langsung memintai keterangan empat pelajar Madrasah Tsnawiyah (MTs) di Jalan Pelita Sampit. Senin (16/4) hari ini, rencananya penyidik akan meminta tambahan keterangan dari beberapa korban dan saksi. “Kami langsung menindaklanjuti laporan orangtua siswi.
Empat korban juga telah dimintai keterangan,” kata Kapolres Kotim AKBP Andhi Triastanto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Rohadi SIK, Minggu (15/4) kemarin. Dari keterangan awal diketahui bahwa oknum berinisial KP melakukan aksinya cukup selektif. Figur yang seharusnya menjadi teladan ini, memilih pelajar yang cantik-cantik. Modusnya, KP memanggil pelajar yang hendak dijadikan korban.
Oknum KP beralibi pakaian yang dikenakan korban tidak pantas. Oknum kepala sekolah juga menegur korban terkait masalah pacaran. Dalam ruangan kepala sekolah, si anak diminta melepas kerudung/aksesoris dan menggantinya dengan barang yang dibeli di sekolah. Korban yang rata-rata berumur 14 tahun juga diraba-raba. Perbuatan seperti ini sudah terjadi sejak 2011.
Kabar ini menjadi rahasia umum pelajar di sekolah berlatarbelakang agama itu. Sehingga, bila ada pelajar yang dipanggil pak kasek, teman lainnya mengingatkan dan mengajarinya agar berbohong dengan mengatakan sedang datang bulan. Sampai kemarin, polisi belum mendata jumlah korban secara keseluruhan. Kasat Reskrim mengatakan, pengaduan korban telah diterima, sedangkan terlapor bakal segera dipanggil. “Kami lihat perkembangan nanti, dan visum sedang dimintakan juga,” ujar Wahyu.
Sementara, ponsel oknum KP terdengar tidak aktif. Rumah KP juga terlihat kosong sejak kasus ini mencuat. KP juga sulit dicari di tempat lain. Dia juga tidak menghadiri sebuah kegiatan yang mengundangnya. Belum ada informasi apakah oknum ini masuk kerja hari ini atau tidak. Seperti diberitakan sebelumnya, oknum KP dilaporkan mencabuli beberapa anak didiknya. Perbuatan tercela dalam rentang waktu antara 2011-2012, dan baru dilaporkan ke Polres Kotim, Sabtu (14/4) lalu.
Sumber : kaltengpost

